Mobil berwarna Maroon berhenti di samping Rangga dan Dinda yang sedang berhenti karena klakson dari mobil tersebut. Ketika itu jendela terbuka dan menampakan Brylee dan suaminya yang mengemudi. "Hai, kalian berdua!" sapanya. "Kami antar yuk," ajak Brylee selanjutnya dengan santai. Ia tersenyum tulus, Dinda tidak tahu bagaimana sifat Brylee aslinya, sebab ia baru saja bertemu sekarang. Namun, ia membiarkan Rangga yang memutuskannya. "Nggak usah, Kak. Kami naik taksi aja," ujarRnagga tersenyum menanggapi kakaknya. "Nggak bisa gitu dong, Kakak juga pengen tahu rumah kalian sekarang," ujar Brylee ngeyel. Rangga menoleh ke arah Dinda, lalu Dinda terlihat tidak mengubah ekspresinya. "Gimana, Sayang?" tanyanya. Dinda pun menoleh ke arah Brylee yang terlihat masih tersenyum ramah. "Boleh,

