Aku tahu dalam hal ini seharusnya aku lebih bisa memberikan sesuatu yang bisa memberikan diriku bahagia, dan tidak perlu memikirkan sesuatu yang tidak bisa mendatangkan bahagia. Contohnya yang tidak bisa mendatangkan bahagia adalah memikirkan Ivan yang seenaknya sendiri, padahal aku lebih dulu berada di divisi kriminal satu ini, kenapa aku harus mengalah hanya untuk orang egoi seperti Ivan? Keesokkan harinya, Ario menjemputku di apartemen, aku senang melihatnya, dan kami pun pergi ke kantor polisi bersama menggunakan motor yang dibawa Ario. Di kantor, Bagas dan Ivan sudah ada, aku mengucapkan selamat pagi dengan malas lalu pergi ke meja kerjaku menyimpan tas. Bagas memanggilku dan menyuruhku untuk datang ke ruangannya. “Kenapa kemarin kamu malah mangkir dari tugasmu?” tanya Bagas setela

