Aku menunggu Mira di ruang introgasi, sambil membawa dua buku catatan milik Maya. Tentunya aku ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Maya dan apa yang sedang disembunyikan oleh keluarga itu? Siapa mereka sebenarnya? Di ruang introgasi aku hanya ditemani oleh dua sipir wanita, sedangkan Ario beserta Bagas dan yang lainnya menelusuri kembali masa lalu Maya, Mira, dan yang lainnya. “Halo Mira, bagaimana kabarmu?” tanyaku tenang, aku tidak ingin kembali emosi seperti yang sebelumnya karena bagaimanapun hal itu sangat salah. Mira hanya diam sambil duduk, wajahnya pucat dan sedikit lebam. “Ada apa lagi?” ujar Mira dengan lesu. “Aku ingin bertanya satu hal padamu, kuharap kau berkata dengan sejujur-jujurnya, jika kau mengatakan semuanya, aku akan membantu sebisaku untuk meringanka

