Andri: “Selama menikah denganku, Wulan adalah istri yang baik, dia patuh dan tidak pernah banyak omong. Dia juga ibu yang baik, dia tidak pernah mengatakan hal-hal buruk baik kepadaku atau putrinya. Hanya saja dia memang suka sekali bekerja, sebagai kepala rumah tangga, aku memiliki pekerjaan yang bagus, sebagai manager perusahaan jadi kebutuhan keluargaku tentunya tercukupi. Namun ya, Wulan terlalu ambisius, dia bekerja bukan untuk mendapatkan penghasilan, tapi untuk kepuasan dirinya sendiri. Bahkan Dinda pun dititipkan di rumah orangtuanya dari kecil sampai dia lulus SMP. Ketika dia mau masuk SMA, aku menyuruhnya untuk tinggal denganku dan istriku lagi karena dia sudah beranjak dewasa, biar dia bisa sekolah di SMA favorit di kota alih-alih di desa. Sebenarnya aku sangat kasihan pada put

