Menjadi Remaja : Geng Krucil (Part 23)

1811 Words

"Dikirimin pesan, gak dibales. Ditelpon juga gak diangkat. Lo tuh bingungin tauk gak sih, Bii?" keluhnya lalu menarik nafas dalam dan membaringkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Ia memejamkan mata sejenak. Lalu semua kalimat Fabian tadi siang berputar di kepalanya. Ia tahu sih kalau bukan hanya sekali-dua kali Fabian seperti itu. Tiba-tiba marah padanya. Ia tahu kalau ada yang salah, pelakunya? Hohoho. Adel tak butuh bantuan detektif untuk sekedar mencari tahu siapa dalang dibaliknya. Namun ia tak pernah punya bukti. Karena setiap adu mulut dengan Isabella bahkan pernah bertengkar beberapa kali sejak SD dulu, mereka hanya berdua. Tak ada Fabian dan orang lain. Bahkan Amanda sekalipun. Cewek itu sepertinya tahu kalau cara membantai Adel disaat yang tepat. Ia terkadang juga bertanya-tanya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD