"Ali noh!" Kening Bellova mengerut. Ia memberesi isi tasnya. Guru di kelasnya sudah keluar. Bahkan sebagian kelas sudah kosong. Teman-temannya sudah keluar. "Kenapa, Li? Mau ambil mobil lo?" Ali mengangguk-angguk. Itu memang tujuannya ke sini. "Gue sama Rio naik motor. Lo pesen ojek aja gimana?" Ali mengangguk-angguk lagi. "Ya udah. Kita ketemu di rumah Om-nya Rio aja ya, Li." Ali mengangguk-angguk lagi. Kening Bellova mengerut melihatnya hanya mengangguk-angguk begitu. "Kenapa lo?" Ali menghela nafas. Ia menggelengkan kepala. Tak apa-apa sih. Hanya merasa kalau ada yang hilang dari hidupnya setiap Bellova memiliki pacarnya. "Hai, beyb!" Rio sudah muncul di pintu kelas dengan senyuman khasnya. Bellova berjalan ke arahnya dengan sumringah. Ini bukan hal asing yang baru perta

