"Kok dateng juga sih?" Rain langsung mendumel begitu melihat ke arah luar. Farras melirik ke arah pintu lalu mengernyitkan kening. Malah bingung. Di pintu sana, Husein muncul sendirian dan disambut Adit. Cowok itu tentu saja diundang Fadli. Hal yang membuat Rain rada bete sebetulnya. Hahahha. Keduanya sudah saling mengenal karena suatu pekerjaan. Pertemuan yang terlalu sering hingga akhirnya Rain mulai merasa ganjil dengan kehadiran Husein di tengah-tengah keluarganya, membuat ia menggunakan indera intelijennya untuk menganalisa apa yang sebetulnya terjadi. Setelah paham, ia langsung mengambil tindakan. Berhubung ia tak suka dijodoh-jodohkan oleh ayahnya, ia sudah meminta agar ayahnya tidak berupaya mendekatkannya dengan Husein karena ia tak tertarik. Lebih tepatnya, hatinya sudah ada

