Hana menggaruk tengkuknya. Ia kurang suka dengan obrolan para wanita di sini. Ya memang yang namanya ghibah tak lepas dari yang namanya perempuan. Tapi ia sendiri risih akan hal ini apalagi yang dibicarakan adalah perempuan yang duduk terasing di sana. Tadi Tiara dan Izzan sudah hendak pulang. Namun sialnya, sang pemilik rumah ini, dosen Izzan meminta agar Izzan menjadi imam solat untuk solat Magrib. Ia sudah menolak karena merasa banyak yang lebih pantas. Tapi sorakan teman-temannya malah menambah beban. Mereka tentu senang dengan kembalinya imam solat mereka. Dulu yang kerap menjadi imam solat juga Izzan. Lalu usai solat Magrib, Izzan masih belum bisa lepas. Apalagi dengan kedatangan salah satu guru besar kampus mereka. Lelaki itu kembali berkumpul dengan orang-orang Indonesia lainnya. S

