"Tapi Kak Adel gak boleh tahu!" Kening Adeeva mengerut. "Kenapa?" "Nanti dibocorin!" "Iiih! Enggak lah." "Kata siapa enggak?" "Kan gue tadi bilang barusan." "Tapi kan ada kemungkinan." "Tapi kan baru mungkin. Jangan su'uzzan duluu!" "Jangan deeeh!" Tata tetap tak yakin. Adeeva tampak berpikir. "Terus gimana? Kita berdua doang gak mungkin ke sana sendirian. Yang ada nih, Teteh akan curiga." Tata tampak berpikir keras. "Ya udah pulang bareng aja sama Kak Adel. Tapi nanti lo jangan munculin muka gugup ya?" "Hah?" "Kan gue mau ke tempat itu!" Adeeva geleng-geleng kepala. "Kalo itu sih alasannya gampang kali, Taaa. Tinggal aja bilang kalo lo mau ikut les. Beres kan?" "Iya ya?" Ia baru menyadari kebodohannya. "Ya ampun Tata! Gitu aja masa gak bisa?" Tata terkekeh sendiri. "Oke

