Sebulan berlalu, kehidupan Nadya masih seperti biasanya, ia hanya menjalani rutinitasnya menjadi mahasiswi dan tinggal bersama dengan Candra sebagai suaminya, dan juga seringkali gadis itu bangun kesiangan, entah penyebabnya apa yang membuatnya selalu bangun kesiangan. "Kamu habis subuh, jangan tidur lagi. Lihat, sekarang kesiangan kan? " Candra tidak habis habisnya mengomeli Nadya, istrinya itu selalu membuat kegaduhan di pagi hari, untungnya bibi Nur bisa membantu istrinya itu menyiapkan persiapan Nadya sebelum pergi ke kampus. "Mbak Nadya, sarapannya jangan lupa dimakan ya. " ucap bibi Nur. Nadya yang keluar dari kamarnya kemudian teringat sesuatu, ia meninggalkan sepatunya di halaman belakang karena sebelumnya ia meminta bibi Riska mencuci sepatu miliknya. "Bibi Riska, sepatu

