Mereka duduk di teras belakang rumah Relisha. Daniel beberapa kali tertangkap menatap Relisha saat Relisha sibuk mengobrol dengan Soraya. “Kamu memang sialan, Soraya!” Relisha kesal pada Soraya karena membongkar rahasianya dengan Ken pada Daniel. “Dia memaksaku.” Kata Soraya membela diri menatap Daniel sekilas dan mata mereka bersitemu beberapa detik. Daniel hanya tersenyum menatap dua orang sahabat dengan usia terpaut tiga tahun itu. “Apa kabar Poppy? Aku hanya mengkhawatirkan anak itu?” “Kamu tidak mengkhawatirkan ayahnya?” tanya Soraya menggoda. “Apaan sih kamu...” Sheila datang membawa nampan berisi tiga cangkir teh hangat dan kue buatan Relisha. “Itu kue buatan Kak Relisha, lho.

