18

1098 Words

"Gue bakal keluar dari sini sore ini," ucap A pada Rendra Rendra tersenyum kecil, "okey, gue anter ya?" A mengangguk singkat lalu kembali menatap jalan lurus di depannya. Jalan ini sempat ia lewati sewaktu A terseret paksa oleh kedua orang suruhan Rendra. Tapi tiba-tiba A berhenti di salah satu pintu di tengah lorong. A merasakan sakit di kepalanya. Pupil A berubah warna menjadi kekuningan dari warna coklat. A melihat tetesan darah di dekat pintu itu. Lalu A terbayang kejadian sebelumnya. "Lepasin gue dasar brengsek." A melihat Jenny. Lalu A melirik sedikit pintu itu. A melihat Jenny di tampar seorang pemuda. A yakin itu Rendra. "Diem lo psikopat," Rendra tersenyum miring "Lo pantes di hukum. Lo ngebunuh orang-orang. Lo pantes di hukum dengan mengaku anak dari bokap gue. Lo pant

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD