Makanya Jangan Nakal!

1129 Words

Kejadian di bisokop— Film sudah mulai diputar. Suara dan cahaya dari layar mulai memenuhi ruangan. Para penonton fokus menonton, dan suasana bioskop cukup tenang. Aku menyandarkan kepala di bahu Bu Renata. Tubuhku terasa lelah. Kepala rasanya semakin berdenyut. Suasana gelap dan dingin justru membuatku semakin mengantuk. Aku sempat mendengar suara-suara samar dari dialog film, tapi kelopak mataku semakin berat. Pelan-pelan aku terlelap, masih dalam posisi bersandar. Lalu tiba-tiba— Bugh! Sesuatu menghantam pelipisku. Keras dan dingin. Seperti botol air. Mataku refleks terbuka. Pandanganku masih buram. Kesadaranku belum sepenuhnya kembali. “Ayla!” panggil Bu Renata dengar panik. Aku belum sempat merespons, masih bingung dan berusaha bangun, tapi— Bugh! Hantaman kedua mengenai bag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD