Jantung Intan terasa seperti hampir meledak saat Zein mengatakan bahwa ia adalah istrinya. Meski Zein menyebalkan. Namun sebagai seorang gadis, disebut istri oleh pria, membuat Intan sangat nervous. Intan memalingkan wajah karena khawatir Zein melihat wajahnya merona dan hidungnya kembang kempis karena hampir kehabisan oksigen. ‘Kenapa dia harus ngomong begitu, sih? Kan aku jadi malu,’ batin Intan. Zein tersenyum kala melirik ke arah Intan. Ia sangat puas telah mengusili Intan seperti itu. Zein memang sengaja mengatakan bahwa Intan adalah istrinya. Ia hanya ingin tahu bagaimana reaksi gadis itu. Ternyata sangat menyenangkan melihat Intan malu. "Sudah cukup. Itu saja," ucap Zein pada pelayan. Akhirnya pelayan pun pergi dan menyiapkan pesanan mereka. Ehem! Zein berdehem. "Apa kamu puny

