Dunia serasa berputar bagi Chrystal. Membuat dirinya tidak bisa berdiri dengan mudah. Dipeganginya kepala yang mulai terasa membengkak karena tikaman sebuah benda tumpul. Entah seperti apa wajahnya saat ini, rasanya sudah tidak serapi sebelumnya. Perut bagian kirinya sangat sakit. Mungkin hantaman lutut Willy telah meretakkan beberapa tulang rusuknya. Chris memandangi saudara laki-lakinya yang tengah pingsan dan terikat rapi pada sebuah kursi. Sementara dia sendiri terkulai lemas di kursi satunya. Mengenggam serpihan alat komunikasi yang sudah tidak berbentuk dan tidak dapat digunakan kembali. Hanya monitor-monitor kecil yang dapat digunakannya untuk melihat keadaan Bellgeussa dari kejauhan. ‘Aku harap kau baik-baik saja, kak,’ harapnya dalam hati. Mes

