Tatapan mata Amera melebar saat kue berada di hadapannya. Dia menatap bergantian ke arah Afandi juga Faida. Keduanya langsung tersenyum. Lagu selamat ulang tahun dinyanyikan oleh beberapa karyawan yang mengantar kue itu. Amera begitu senang meski dalam hatinya ada yang kurang. Saat tiup lilin, Amera berdoa dengan sepenuh hati, agar tahun ini menjadi tahun yang membahagiakan untuknya. "Ini kado dari kami, Sayang," ucap Faida memberikan sebuah kotak berpita ungu. Amera menerima itu dengan senyum bahagia. "Boleh aku membukanya?" "Boleh, dong," jawab Faida dengan senyum bahagia. Amera membuka hadiah ulang tahun itu dengan pelan. Setelah terbuka, ada dua kotak di sana. Salah satunya, gadis itu sudah tahu isinya apa. Jam tangan dengan merk ternama, dan juga satu set perhiasan yang sempat i

