wilayah monster 2

509 Words
cahaya mentari menyinari seluruh tempat dan mengenai tubuh zack yang terlelap. zack merasakan kehangatan Mentari dan membuka matanya, saat dia membuka mata secara perlahan rose tertidur dengan amat lelap. rose yang tetap cantik walaupun saat tertidur, tidak dapat menahan hasrat nya untuk menyentuh rambut rose. terlihat rose tersenyum membuat zack tersadar bahwa sebenarnya, rose tidak tertidur dia membuka matanya sambil menatap wajah zack. "selamat pagi, sayang"rose tersenyum amat manis. zack merasa amat malu memalingkan pandangan nya, namun rose langsung berdiri dari tempat tidurnya. dia meregangkan tubuhnya sambil merasakan udara yang amat sejuk pagi hari, dan kehangatan cahaya matahari yang menyinari seluruh tubuhnya. kami mulai sarapan dengan menghangatkan daging rebusan tadi malam, sambil menikmati sajian secangkir teh sebelum melanjutkan perjalanan. waktu berlalu zack dan rose menelusuri hutan yang amat luas ini, kadang-kadang juga banyak monster mencoba menyerang mereka berdua. "zack umurmu berapa tahun?"rose berjalan sambil mendorong duan besar dengan katana nya. "umyrku sebelum mati 15 tahun, kalau di tubuh baru ini em... mungkin 7 tahun atau 8 tahun"kata zack. rose terkejut dengan perkataan zack, "mudahnya, tunggu dulu tapi kalau dihitung dengan umurmu sebelumnya berarti oh.... wajar saja kamu menyukaiku hehehe "rose tersenyum menyindir. "ini bukan Cinta monyet rose! "zack panik dengan perkataan rose. rose tertawa amat senang dan kami mulai melanjutkan perjalanan kadang-kadang sambil mengobrol satu sama lain, yang membuat hubungan zack dan rose makin dekat. dan tak beberapa lama berjalan rose terhenti dan membuat zack menabraknya dari belakang, zack bingung dan melihat sebuah kota mengambang dengan rantai raksasa yang menahan kota tersebut. "tunggu jadi ini rantai! "zack terkejut syok karena menginjak rantai raksasa yang seukuran dengan jalan Raya. "ayo kita lanjutkan perjalanan kita lagi"rose melompat-lompat dengan amat senang. zack tersenyum dan mengikuti rose di belakangnya, dan tidak hanya disitu saja ternyata berada di lantai raksasa ini bukan rose dan zack saja. namun banyak orang dengan wujud seperti hewan, ada juga yang bertelinga panjang seperti elf, maupun yang bertanduk seperti rose. dan saat berada di depan gerbang kota ini, seorang prajurit pengawas dengan perlengkapan tidak lengkap. walaupun terlihat seperti prajurit mereka lebih seperti petualang yang biasa di lihat marx, harga masuk kota yang cukup murah hanya 1 koin perak untuk satu orang. saat rose dan zack masuk ke dalam kota, mereka disuguhkan dengan para pedagang yang berjualan dan banyak sebagainya. "nampaknya enak, aku mau satu! "rose langsung berjalan menuju kedai roti. rose membeli roti yang berbentuk seperti ikan dan menikmatinya dengan amat senang, "enaknya "rose menyentuh pipi kirinya. zack melihat ke arah roti tersebut dan dia teringat sesuatu, "bukannya itu taiyaki"kata zack. "memang benar"langsung saja rose menyumpal mulut zack dengan roti yang baru di makannya setengah. "enak juga"kata zack. "benar kan, kakek beli 10 lagi ya"rose tersenyum senang. "baik"kakek tersenyum dan memasukan 10 taiyaki ke dalam bungkus. waktu berlalu rose mulai menikmati kota ini, dengan mencoba berbagai macam kuliner yang berbeda-beda dan berbelanja perlengkapan. "hahaha, nampaknya aku terlalu banyak berbelanja "rose agak gelisah melihat barang belanjaannya. karena zack berada di toilet rose menuggu sambil memasukan barang belanjaan nya di dunia dimensi. namun terlihat seseorang di belakang rose yang mengawasinya. bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD