Dapat info dan Hati juga

1808 Words
Hai semua jumpa lagi dengan autor ..... semoga hari-hari kalian menyenangkan , kali ini kita mau upload tentang kegiatan camping yang dilakukan Safika dengan teman-temannya , apa yang akan terjadi ??? jangan lupa apa like dan juga ikuti terus ya ... ya supaya penulis tetap semangat yuk mari kita simak bersama kisah Savika di tempat camping * * tak lama kita mengobrol dengan ibu Rohayah, Kak Raditya keluar dari belakang sambil membawa baskom dan juga kain lap untuk mengompres kakiku, dengan Permisi terlebih dahulu Kak Radit langsung membuka sepatuku dan mengompres kakiku yang terkilir " Aduh ..... sakit ... Kak pelan-pelan dong " ucapku pada Kak Radit " Tahan sebentar ya .... biar nanti sakitnya berkurang, dulu waktu ada kegiatan pramuka aku pernah dilatih kayak gini, untuk meredakan rasa sakit ketika terkilir, tahan sebentar ya " ucap kak Radit lagi dan Klek ...... !!!! " aduh ...... " pekikku karena kaget dan tiba tiba " Coba sekarang di gerak-gerakan Kakinya masih sakit apa enggak " ucap Kak Radit " Eh ...... Iya loh benar udah enggak sakit kakiku , wah Kak Radit Hebat nih bisa ngobatin kaki aku yang terkilir , Makasih ya Kak Radit ,,,,,,, makasih banget udah bantuin aku " aku ucapkan lagi pada Kak Radit lalu kak Radit hanya tersenyum dan kemudian berkata " Makanya kalau jalan tuh hati-hati udah tahu jalannya menurun dan licin masih aja lari-larian " ucapnya sambil merenges " Wah Kak Radit hebat ya " ucap Shinta " Shinta jadi suka eh ...... maaf maaf Kak cuma bercanda kok " kata Sinta lagi dan diiringi tawa aku dan teman-temanku " Oh ya ngomong-ngomong kalian itu sebenarnya ke sini mau apa ? dan mencari informasi tentang apa ? " tanya Kak radit lagi " Oh iya Kak kita .... Itu diminta untuk mencari informasi terkait keseharian warga di sekitar sini , apa saja , Lalu bagaimana dan sebagainya pokoknya yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari deh " ucap Devi sambil menunjukkan lembar garis besar yang harus kita tahu " Oh .... gitu ! terus kalian mau nanya apa ? tadi udah nanya sama ibuku kan ? udah lengkap belum berkasnya ? kalau belum Nanti aku bantu apa yang kurang atau Kalian mau lihat keseharian orang-orang di sekitar sini di belakang sana banyak orang-orang yang baru pulang rumput , Jadi mereka bersiap untuk ngasih makan ternak kalau kalian mau ikut Ayo aku antar ke belakang " ucap Kak Radit lagi sambil berjalan menuju ke samping rumah dan menuju ke belakang rumah " Wah ternyata banyak banget ya ternaknya ! Ini tuh kak Radit punya sendiri apa patungan sama tetangga di sekitar sini Kak ? " tanya Devi sambil terheran-heran karena ternyata di belakang ada banyak sekali ternak ada sapi dan juga kambing yang ada di kandang kandang dan jumlahnya tidak sedikit mungkin ada sekitar 50 ekor Ya wajar kan kalau kita heran karena ternyata di belakang rumah kak Radit itu banyak sekali hewan ternaknya dan luas juga tempatnya. " ini bukan punya keluarga kita semua sih ,,,,, sebagian juga dari warga sekitar, kita menyediakan tempat untuk hewan hewan ternak mereka, nanti hasilnya dibagi gitu, jadi ada sebagian yang nantinya memang untuk menambah ternak, atau mengembangkan kandang, atau juga perbaikan kandang, seperti itu, karena mayoritas penduduk disini ya hanya ternak, sehingga banyak dari mereka yang mengandalkan hasil ternak untuk hidup. maka pemerintah daerah sengaja mendatangkan orang orang khusus ahli di bidang peternakan untuk mengedukasi, mulai dari bagaimana cara pemeliharaan hewan ternak, bagaimana kandang yang ideal, dan bagaimana pola makan serta pola pengembang biakan hewan ternak di desa kami ini, sehingga hasil ternak yang didapat juga tidak main main " ucap Kak Radit panjang lebar. " Banyak warga yang hanya mengandalkan ternak sebagai mata pencaharian, sehingga inisiatif desa ini sangat membantu bagi para peternak, mereka memberikan fasilitas untuk menambah ilmu setiap 2 sampai 3 bulan sekali untuk memperkaya ilmu terkait dunia peternakan, bahkan mereka tidak keberatan jika harus membayar untuk mengadakan acara tersebut, karena mereka meskipun orang desa tau bahwa ilmu harus selalu diperbaharui supaya bisa mengikuti perkembangan zaman. " masih menurut kak Radit. " lalu kontribusi mereka untuk desa apa saja kak Radit? " tanyaku pada kak Radit " Sebenarnya fasilitas yang ada di desa ini terutama fasilitas di area camping merupakan swadaya masyarakat demi menunjukkan potensi yang dimiliki khususnya di desa ini, mereka membangun tempat camping supaya nyaman sehingga menarik wisatawan untuk berkunjung dan melihat ternak di desa ini, dari situ mereka juga mengambil keuntungan antara lain bisa memasarkan produk unggulan di sini, seperti s**u sapi dan s**u kambing, kemudian olahan dari sapi maupun kambing, seperti krupuk rambak, dendeng ragi, maupun olahan makanan lainnya, memang sih, yang sudah meluas adalah s**u perahnya, namun potensi lain juga sedang dikembangkan oleh remaja desa dan juga perangkat desa disini, yaitu terkait potensi wisata yang ada disini, karena selain peternakan , di daerah sini juga ada potensi waduk yang besar dan luas, dengan menjadikan waduk tersebut sebagai destinasi wisata tentu dapat dijadikan sebagai lapangan pekerjaan juga bagi warga disini yang tidak berternak, meskipun hampir sebgaian besar warga berprofesi sebagai peternak." ucap kak Radit lagi menjelaskan pertanyaanku. " oh begitu ya kak, wah ..... meskipun di desa berarti pikiran masyarakat di sini sudah maju juga ya kak? " ucap Sinta " Iya dong ..... jangan salah, meskipun kami ini orang desa, tapi kami juga berfikir maju ke depan supaya perekonomian terus bergerak naik, dan juga kehidupan terus berjalan tentunya " ucap kak Radit " Wah .... kalian masih asyik mengobrol di sini, ayo masuk dulu , ibu sudah buatkan teh dan juga cemilan buat kalian semua nak! " ucap bu Rohayah dari belakang kita kami semua langsung reflek menoleh dan tersenyum " hemmm ,,,,, wah pasti banyak makanan nih ,,,, ayo ayo masuk temen temen ,,, kita gak boleh sia siakan makanan kan, kata pak ustadz nanti mubadzir " ucap Jeni yang berbadan agak tambun di kelompok kita " duh .... si Jeni, malu maluin aja, maafkan teman kami ya bu, anaknya emang suka rese .... apalagi kalau berkaitan dengan makanan, dia pasti langsung GERCEP bu ,....." ucap Devi dan diangguki oleh temen temne yang lain karena malu dengan sikap Jeni barusan. " GERCEP apa nak? apa juga sejenis makanan? " ucap bu Rohayah " he he he GERCEP itu gerak cepat bu, jadi langsung on begitu bahas masalah makanan, karena dia hobinya makan bu " ucap Devi menanggapi ucapan ibu Rohayah ha ha ha .... setelahnya suara tawa kami menggema sambil masuk ke dalam rumah untuk menyantap sajian yang dihidankan oleh bu Rohayah dan keluarga sambil berjalan masuk kak Radit menjajari langkahku yang masih sedikit takut takut kalau kakiku masih sakit untuk berjalan. " mau dibantu untuk jalan? oh ya Vika kan nama kamu? " tanya kak Radit padaku " hemm .... ennggg enggak usah kak makasih banyak, cuma masih agak takut aja buat jalan, padahal sebenarnya udah gak sakit. he he " ucapku " em ... iya kak nama aku Vika " ucapku pada kak Radit. " apa kamu baru sekali ikut camping ato gimana sih, udah tau jalan menurun dan licin kok malah lari larian! " tanya nya lagi padaku " emm ... sebenrnya memang ini baru pertama kalinya aku ikut camping " ucapku lagi " ha ha ha masak iya sih udah segede ini kamu baru pertama kali ikut camping ? bohong banget sih !" ucapnya lagi padaku " ih ... kakak nih, tanya, tapi dijawab malah ngetawain, emang dari dulu tuh orang tua aku melarang aku buat ikut camping, karna dulu waktu SD aku pernah ikut kemah gitu, tapi karna aku punya alergi dingin , bahkan waktu itu samapai pingsan dan membutuhkan pertolongan medis karna kata pak guru waktu itu wajah aku sudah pucat dan badannya udah dingin banget. " ucapku panjang lebar menjelaskan pada kak Radit " oh ... pantes aja kamu gak tau medan bahaya dan bukan. " ya udah yuk masuk, kamu harus cobain masakan orang sini terkenal enak lho, bukan maksud mau memuji masakan ibuku, tapi kata orang orang sekitar sini masakan ibuku paling enak " he ..... he .... he ...." ucap kak Radit Sambil masuk ke dalam mendahului ku. begitu sampai di dalam, anak anak sudah memutari meja makan di rumah bu Rohayah, bahkan Jeni sudah memegang piring dan sendok, dasar Jeni, tau aja kalau ada makanan enak, langsung tancap gas poll rem blong. katanya ini adalah rezeki dan gak boleh di tolak begitu .... kita begitu menikmati hidangan yang disajikan oleh bu Rohayah, memang aku dan teman teman mengakui bahwa masakan Ibunya kak Radit memang enak, bahkan si Jeni sampai nambah 2 kali. kita sampai malu karenanya, tapi malah di dukung oleh bu Rohayah, kata beliau tida apa apa dihabiskan, ibunya malah senang karena masakannya dapat dinikmati dan diterima oleh anak anak seperti kami. setelah selesai makan, aku mengajak yang lain untuk membereskan dan mencuci bekas makan kita, karna rasanya kurang sopan kalau setelah makan langsung pamit untuk kembali ke tempat camping, meskipun kita sudah mendapatkan info yang banyak terkait kehidupan yang ada di sekitar tempat camping ini. setelah selesai beres - beres kami berniat untuk kembali ke tempat camping. kami berpamitan kepada ibu Rohayah dan juga kak Radit. " terimaksih banyak kami ucapkan pada Ibu dan juga kak Radit, yang telah dengan senang hati menerima kami, mau diwawancarai, bahkan kami disuguhi makanan yang super lezat, insya Allah selama disini kami akan sering main kesini untuk sekedar melihat ternak, boleh kan bu, kak Radit ? " tanyaku sambil berbasa basi. " tentu saja boleh nak, kami malah akan senang sekali kalau ada yang berkunjung, karena bisa berbagi ilmu dan bisa bermanfaat untuk orang lain. jangan kapok main kesini ya, meskipun pengalaman pertama nak Vika mungkin kurang bagus, karena jatuh dan terkilir " ucap bu Rohayah menimpali ucapanku " tentu tidak bu, apalgi makannya enak sekali, lain kali kita pasti mampir lagi bu ,,,, iya kan Vik? " ucap Jeni sambil cengar cengir.. " JENI...!!!!!" ucap teman teman yang lain serempak... tanpa sadar mata ku dan kak Radit bersitatap, dan aku langsung membuang muka, kenapa kak Radit terus ngelihatin aku kayak gitu sih, batinku, aku kan jadi gak enak, apa mungkin kak Radit keberatan dengan keberadaan kita disini ya? kataku dalam hati. buru buru aku mengajak mereka semua untuk pamitan, karen asudah terlalu lama disini, takutnya para panitia akan mencari kita semua. " kita permisi dulu ya bu, sekali lagi terimaksih banyak nggeh atsa smuanya " ucapku lalu kami naik dan kembali ke tempat perkemahan " hati hati ya Vik kalau jalan, jangan sampai terkilir lagi, di sini udaranya dingin banget kalau malem, kamu harus lebih hati hati karena kata kamu tadi punya alergi dingin " ucap kak Radit sambil berjalan keluar rumah mengiringi kepulangan kami. ada apa sebenarnya dengan kak Radit ya ???? pikiranku penasaran... segini dulu ya gaess update nya.... see you next part,,jangan lupa selalu dukung author ya..... supaya semangat nulisnya... jangan lupa tungguin selanjutnya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD