apa sebenarnya maunya

1209 Words
hai hai ketemu lagi di episode baru cerita remaja Savika, masih di tempat camping, dan ada yang secara terang terangan ngajak saingan Bara untuk dapetin hayi Vika, apa yang akan terjadi? yuk lanjut disimak cerita nya * * " Kamu !!!!!!! " ucap kak Bara geram aku langsung memegang tangan kabarnya supaya nggak melakukan hal-hal yang buruk karena di situ juga banyak orang itu nggak mau terjadi perkelahian cuma gara-gara masalah sepele. " Kak Bara Jangan gitu Kak Radit kan cuman nanyain kaki aku aja yang tadi terkilir lagian juga nggak ada sesuatu yang harus di cemburuin kok jadi kabarnya tenang aja ya ya " ucap ku sambil menenangkan Kak Bara aku merasakan tangan Kak Bara dingin banget mungkin karena dia menahan emosi untuk tidak memukul dan berkelahi dengan Kak Radit tapi malah Kak Radit cengengesan sambil berkata " Hey Bro kamu tahu enggak semakin erat seseorang menggenggam pasir maka semakin banyak pasir itu akan keluar dari celah-celah tangan, so jangan terlalu posesif kalo kamu tidak mau kehilangan dia" " kamu itu baru kenal Vika, kenapa bisa suka sama dia? hah!!!! " ucap kak Bara masih dengan nada ketus " kadang rasa suka itu bisa muncul tanpa alasan Bro waktu aku pertama kali lihat dia entah kenapa aku langsung suka sama dia Lagian nggak kalian juga masih pacaran belum sampai nikah ah jadi di sibisa dong kalau misalkan nanti ternyata Tika itu nggak suka sama kamu dan dia malah suka sama aku kan bukan masalah kamu harus lapang d**a menerima semua itu " ucap Kak Radit " mereka itu belum pacaran lo kak , masih PDKT aja, sampai sekarang juga Vika masih belum kasih jawaban buat Kak Bara. jadi masih ada kesempatan Kak Radit ,tenang aja" ucap Sinta sambil cengengesan " Heh .... Sin Kok kamu gitu sih sama aku, Kamu kan udah tahu gimana Perjuangan aku dapetin Vika kok kamu malah dukung dia" ucap kak Bara sewot " cie ..... ternyata kak bara bisa marah ya dan seposesif itu sama Vika ? aku jadi takut nanti jangan-jangan kalau kalian bener udah jadian kabar nggak bakalan ngizinin kalau Vika mau main sama kita kita ya kan Dev? "cap Sinta lagi sambil menengok ke arah Devi sedangkan Devi hanya diam saja bingung mau menjawab apa " sudah jangan ribut Lagian ini sesuatu yang enggak bagus untuk diributkan" ucapku pada semuanya " itu karena temen kamu aja yang terlalu posesif dan cemburuan jadi menyikapi semuanya dengan gegabah. Padahal aku nggak ada maksud apa-apa loh aku ke sini cuman mau nganterin pesenan ibu buat kamu, karena Ibu tahu kalau tadi kamu kakinya belum benar-benar sembuh, Takutnya kalau makan sembarangan bakal lama sembuhnya . emmm .... Ya udah deh aku permisi dulu ya , ini jangan lupa dimakan " ucapkan Radit sambil ngeloyor pergi namun tak jauh kak Raditya melangkah, kak Radit berbalik dan mengatakan " Hey Bro harusnya kamu lebih bisa jagain dia dan jangan terlalu posesif ke dia biar nanti dia nggak pergi ninggalin kamu oke bye " ucap kak Radit sambil berjalan pergi meninggalkan kami semua bahkan Sinta dan Devi sempat terbengong-bengong dengan ucapan Kak Radit barusan " Apa benar Kak Radit itu suka sama Vika kok dia berani banget ya ? Padahal kalau dilihat kan tempat kita camping kan di desa tapi ternyata pemikiran orang-orang yang disini itu nggak se udik yang aku bayangin loh " ucap Shinta pada Devi dan kemudian Devi juga menanggapi " iya ya ternyata orang-orang di sini itu pemikirannya sudah maju loh , emmm ... mengurus peternakan , kemudian Bagaimana mengolah supaya peternakan mereka bisa maju dan bergerak pesat, bisa menopang kehidupan mereka ke depan dan Bahkan mereka sudah membuat pabrik pabrik s**u kecil kan di sekitar sini , Itu kan juga sangat bagus untuk perekonomian, aku pikir Mereka cuma tahu merumput kemudian kasih makan ternak ,udah! ternyata di sini sudah ada perkumpulan seperti itu jadi tambah wawasan deh kita disini " ucap Devi menimpali * * anak-anak peserta camping sudah mulai berkumpul di untuk makan bersama Karena setelah itu akan ada permainan dan api unggun yang akan diadakan oleh panitia. semuanya duduk dengan rapi sambil membawa makanan Mereka masing-masing kemudian panitia memimpin untuk berdoa kemudian makan bersama suasana masih aman-aman aja . sampai aku melihat bahwa Kak Bara memperhatikanku dari jauh yang sedang berkumpul dengan teman-temanku dalam hati aku sempat berkata (apa sebenarnya maunya? kenapa seperti terlalu takut untuk Kehilangan ! Apakah itu hanya perasaanku? saja atau memang kenyataannya seperti itu .kenapa Kak Bara ? bahkan dirimu bisa menjadi sosok yang sangat berbeda ketika sedang cemburu atau marah dengan orang lain kenapa? kenapa seperti itu ? apa sebenarnya yang harus aku lakukan ? aku sedih dan belum yakin dengan perasaanku . Apakah Memang benar aku menyukai kak bara atau perasaan ini hanya sekedar sebagai seorang sahabat yang sudah lama tidak bertemu dan kini bertemu kembali. buru-buru aku mengalihkan pandanganku ketika mata kami saling bersitatap . Begitu juga dengan Kak Bara yang langsung mengalihkan pandangannya ketika sorot matanya bertemu dengan mataku. entah apa yang juga dipikirkan oleh kak Bara ketika menatapku, aku tidak bisa mengartikan tatapan itu. setelah makan malam selesai, langsung panitia mengajak ke tengah lapangan untuk kegiatan api unggun. anak anak bersemangat sekali karena ini adalah acara pertama bagi kami di sekolah baru. acara api ungun diisi dengan panitia yang bernyanyi, kemudian bermain tebak tebakan, seru sekali ..... ada beberapa anaka anak yang juga menyumbabg lagu sambil bermain gitar, sambil bernyanyi bersama sangat menyenangkan... namun tiba tiba aku merasa tubuhku mulai aneh, dingin tiba tiba mulai merayapi tubuhku, namun aku mengira ini hanya reaksi karena berada di alam terbuka. aku tetap berusaha happy dan mengikuti nyanyian teman teman. kali ini suara Jedi anak kelas sebelah yang menyumbang lagu sambil bermain gitar, lagu yang dinyanyikan adalah lagu dari judika: * * Andai aku bisa memutar waktu Aku tak ingin mengenalmu Mengapa ada pertemuan itu Yang membuat aku mencintaimu Bagaimana kalau aku tidak baik-baik saja Terus mengingatmu Memikirkanmu Semua tentang dirimu Bagaimana kalau aku tidak baik-baik saja Tak seperti kamu Yang mampu tanpaku Bagaimana Mungkin kini kau bersama yang lain Walau hatimu untukku Adakah kesempatan untuk cintaku Bahagia walau kita berbeda Uu-oo-uu-oo-uu-oo Huu-uu-oo-uu-oo Mungkin kamu bukan untukku Tapi kau selalu di hatiku Oo-uu-oo Bagaimana Oo-oo-oo Bagaimana kalau aku tidak baik-baik saja Terus mengingatmu Memikirkanmu Semua tentang dirimu Bagaimana kalau aku tidak baik-baik saja Tak seperti kamu Yang mampu tanpaku Tak seperti kamu Bagaimana * * * sayup sayup suara teman teman mulai tak fokus ku dengar, karena entah rasa dingin di tubuhku terasa semakin menjadi. bahkan aku sudah tidak ingat kapan kak Bara duduk di samping ku dan membawakan ku jaketnya dan dipakaikan padaku. " kak Bara! " ucapku pelan " apa masih terasa dingin cantik ? " ucap kak Bara padaku " he eh .... rasanya dingin banget kak, kapan kakak datang kesini, kok aku gak lihat? " ucapku lagi sambil menyandarkan kepalaku di pundak kak Bara " kalau terasa gak enak kita balik ke tenda kamu aja, ayok aku antarkan " ucap kak Bara lagi baru aja aku coba untuk berdiri tiba tiba aku badanku rasanya limbung dan ada yang menangkapku, tapi aku tak ingat siapa, dan setelah itu aku gak ingat apa apa ..... segini dulu update nya ya ... ditunggu next part.... jangan lupa selalu dukung penulis ya .... terimaksih
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD