Elsa mengajak Adam ke restoran barbecue All You Can Eat, tempat di mana mereka bisa makan sepuas hati. “Sudah lama aku ingin ke sini,” bilang Elsa. Mengikuti arahan juru parkir memarkir mobil warna kuningnya. “Oh ya? Kok nggak pernah bilang sama Kakak?” “Kan dulu aku masih program diet sih, Kak.” “Oh iya ya.” Jam makan malam begini, restoran sangat ramai. Elsa saja kesulitan mencari tempat duduk. Ia menemukan space kosong di antara meja panjang. “Maaf, apa kami boleh duduk di sini?” tanya Elsa sopan. Anak muda, sepertinya rombongan para mahasiswa itu menoleh. “Boleh. Kosong kok. Eh?? Elsa Evelisse???” Semua mata menoleh. Elsa serba salah, tersenyum pada Adam “Maaf ya?” bisik gadis itu. “Hehe, nggak papa kok.” Senyum Adam tulus, sama sekali tidak ada tanda-tanda kekesa

