[46] Curhatan Pertama Redo

1995 Words

Cowok berkaus kuning kunyit itu mengaduk semangkuk soto dengan gerakan memutar. Satu tangannya menyangga dagu sedangkan dia sibuk melamun. Redo ingat saat melihat Ayesha dari kejauhan. Gadis itu terlihat lelah dan Redo kasihan melihatnya. Andai kondisinya seperti dulu, Redo pasti akan meminjamkan bahunya untuk gadis itu. “Do.” Panggilan itu sama sekali tidak membuat Redo menoleh. Mama Redo seketika mendekat dan memperhatikan anaknya yang terlihat sibuk melamun itu. Mama Redo memajukan tubuh, kemudian memanggil anaknya sedikit lebih kencang. “Redo!!” Barulah panggilan itu membuat Redo duduk tegak. Dia melihat mamanya yang menatapnya geli. Redo kemudian menunduk dan melihat beberapa kuah soto jatuh ke kaca meja. “Kamu mikirin apa?” tanya Mama Redo. “Bukan apa-apa kok, Ma.” Redo menghapu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD