[18] Tukang Adu

1986 Words

Ayesha sampai rumah pukul sembilan malam. Setelah bermain basket, Redo mengajaknya makan nasi goreng tidak jauh dari sekolah. Perut Ayesha yang tidak terisi sejak siang, membuatnya tidak bisa menolak ajakan itu. “Seneng, ya, habis kencan.” Langkah Ayesha seketika terhenti. Dia menoleh dan mendapati Agli duduk di kursi samping ruang makan. Tanpa sadar Ayesha membuang napas dengan kasar. Ngapain, sih, nih, cowok di sini? Agli berajak dan mendekati Ayesha. “Pacar lo anak Graha Buana, ya?” Ayesha seketika melotot. “Lo tadi ngikutin gue?” “Lebih tepatnya mastiin lo!” Apapun jawaban Agli, tetap saja Ayesha merasa cowok itu membuntutinya. Ayesha seketika menarik tangan Agli menuju halaman samping. Setelah sampai di depan kolam ikan, Ayesha menyentak tangan cowok itu. “Gli, hidup gue udah t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD