Hari ini sudah datang. Sabrina memainkan sepatunya berkali-kali. rasa gugup merasukinya dan tidak bisa dia obati hingga detik ini. gadis itu menatap lurus kedepan dan menghela nafasnya berkali-kali. sudah dua tahun berlalu, sudah dua tahun Sabrina memutuskan pilihannya dan dia tidak boleh menghindarinya lagi. Sabrina menghirup udara banyak-banyak untuk menetralisir rasa gugupnya. Dia menatap lagi ke arah pintu kedatangan itu dengan tubuh bergetar, sudah dua tahun mereka tidak bertemu dan sudah dua tahun pula Sabrina jarang mendengar kabar dari pemuda itu. Dari dua tahun yang lalu, hati Sabrina tetap memilih Juna. Tak peduli seberapa besar laki-laki itu menolaknya, hanya Juna yang dirasanya tepat untuk dirinya. Sabrina sudah tidak tau lagi bagaimana akhirnya ini, namun dari kabar ter
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


