Lima Belas

791 Words

Cahaya matahari pagi menembus celah jendela kamar itu.Menyapa deru pagi setiap orang yang masih terlelap dalam alam mimpi. Rachel mulai mengerjapkan matanya saat merasa silau dengan sapuan matahari di wajah cantiknya. Perlahan ia menggeliatkan tubunya yang terasa sangat kaku, pinggangnya terasa sedikit berat karena pelukan dari suaminya Saat Rachel akan menggerakan kakinya"Aduh" rintihnya membuat Alka perlahan terbangun. "Kenapa sayang?sakit ya?" Rachel menganggukan kepalanya, kemudian segera beranjak ke kamar mandi secara perlahan untuk melaksanakan ritual mandinya. Setelah selesai mandi Rachel bergegas untuk turun ke bawah membantu Bik Yani membuat sarapan pagi. "Selamat pagi bik Yani," sapa Rachel riang. "Pagi neng.Tumben bangun siang?nggak biasanya bangun jam 10," "Heheeh efe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD