Sebelas

1053 Words

Rachel mulai turun dari mobil hitam  yang sudah terparkir rapih di lobi restoran. Dengan anggunnya Rachel berdiri di depan restoran itu.Masih enggan untuk berjalan karena melihat keindahan Restoran yang dulu biasa ia kunjungi kini sedikit berbeda. Kenapa bentuknya jadi begini ya?kok sepi sih?berasa gue salah alamat.Tapi kenapa restoran ini jadi sepi gini sih?apa makanannya udah nggak enak lagi?ih tapi masa si?kalo ga enak ngapain Alka ngajakin ke sini? Batin Rachel. Tiba tiba Rachel di kejutkan dengan kehadiran seorang pelayan Cafe perempuan yang datang untuk menyambutnya. "Permisi dengan nyonya Rachel?" tanya pelayan itu sopan. Rachel menganggukan kepalanya dengan sedikit tersenyum canggung. "Mari nyonya.Tuan Alka sudah memesan tempat untuk dinner malamnya.Mari saya antarkan," "Oh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD