"Tu ... Tuan?" "Bi, tolong jangan ribut. Aku mau memberi kejutan," pinta Reza yang diangguki Inayah. Reza membuka sepatu dan berjalan pelan agar tidak menimbulkan suara yang akan membuat kejutannya gagal. Dari belakang, ia dapat melihat Arini tengah tertawa bersama seorang wanita yang memakai khimar berwarna kuning. Ia tidak yakin siapa wanita itu karena tidak melihat wajahnya. Reza mengembuskan napas panjang. "Assalamualaikum." Arini menoleh dan melihat Reza. Ia langsung berlari dan memeluk tubuh putranya. Sudah lama mereka tidak bertemu dan hari ini Arini ingin memeluk Reza lebih lama agar rasa rindunya terobati. Air mata keduanya tak dapat terelakkan. Baik ibu maupun anak sama-sama menangis dalam pelukan hingga melupakan jika ada seseorang yang tak dipedulikan. "Bagaimana kabarmu,

