27

561 Words

Reza bertekad untuk membenahi hubungannya yang hampir terpecah. Namun, bukan sebagai sosok yang dulu. Ia ingin mendekati sang wanita sebagai orang asing. Setelah selesai berkutat dengan rambutnya, ia segera membawa tubuhnya menuju garasi. Dengan senyum yang merekah, ia melaju menuju butik. Ia yakin jika Vanessa ada di sana untuk mengurus usahanya yang tengah naik daun. Begitu tiba, ia segera turun dan berjalan memasuki butik. Banyak pasang mata yang melihatnya dengan tatapan terpukau. Begitu melihat sosok yang dicari, ia berjalan mendekatinya. "Assalamualaikum!" "Waalaikumussalam. Maaf, Anda membutuhkan sesuatu?" Reza mengangguk lalu membuka kacamata yang bertengger di daun telinga dan hidungnya. "Aku membutuhkan cinta.” "Maaf, tapi kami tidak menyediakan cinta yang Anda maksud di sin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD