21

1166 Words

Udara malam ini sangatlah berbeda dengan malam yang sebelumnya. Tak ada silir angin yang menyapa, justru desau angin yang menghampiri serta sesekali terdengar suara sambaran petir. "Vanessa, bangunlah." Vanessa mendengar suara Regista. Ia masih setengah tertidur. Entah sekarang pukul berapa, yang jelas ia masih sangat membutuhkan tidur untuk memulihkan tenaganya. "Aku membuat makan malam." Vanessa membuka mata lalu berbalik untuk melihat sosok Regista yang setia menemaninya hingga di malam hari. Bahkan dengan sangat baik membuatkan makan malam untuknya. Ia melihat juga melihat Fahran berdiri di depan pintu kamar. "Benarkah?" Vanessa mengucek matanya untuk meyakinkan dirinya jika ia tidak salah lihat. "Aku tidak tahu kalau kamu bisa memasak," lanjutnya. Vanessa mengubah posisinya, dari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD