02. Pertemuan_2

584 Words
Jennie telah tiba di rumah. Sesampainya dirumah jennie kembali memikirkan siapakah orang diseberang jalan yang menatap ke arahnya. Selama ini jennie merasa ga perna mempunyai musuh bahkan dia bersikap baik kepada siapa saja,toh selama ini dia hanya kerja. Tanpa mau memikirkannya lagi jennie beranjak membersihkan diri setelah seharian beraktivitas. "ahh kenapa waktu berjalan cepat sekali si,, baru aja selesai mandi udh harus tidur, lama2 aku mati menua tanpa aku sadari" ceramah jennie seorang diri. jennie langsung membalut diri dengan selimut dan memejamkan matanya. Keesokan harinya....... Jennie bangun lebih awal dari biasanya bahkan tanpa harus dibangunkan oleh ibunya. dia bangun karna perutnya keram beberapa kali dan itu mengganggu tidurnya. "tumben jam segini kamu udah bangun" celoteh mamanya melihat anaknya sudah rapi dna siap berangkat kerja. "ah tidurku kurang nyenyak ma" jawab jennie dengan nada malas "kamu sakit? " sambil memeriksa jennie "engga ma, cuma kurang tidur" jawab jennie. "maa kenapa ya kadang kadang tuh aku merasa hidup membosankan, selalu aja setiap hari hal yang sama terus yamg kita kerjakan" "ga boleh gitu jen, kita harus bersyukur masih diberi kesempatan untuk bernafas." mamanya memberi nasehat. "iya si maa" "coba kamu cari pacar gih, biar hidup kamu bisa bewarna" goda mamanya "Dikira gampang kali nyari pacar ma" jawab jennie kesal "memang ga gampang jenn, tp cb buka hati masak sii kamu mau jomblo terus sampek tua" sambil senyum menggoda. Jennie hanya bisa menatap kesal, lalu berangkat kerja tanpa di antar mamanya karena dia bangun lebih cepat dari biasanya. saat di bus jennie melamun sambil memikirkan orang yang disukai nya tujuh tahun yang lalu. dia benar benar baru pertama kali jatuh cinta sampai dia tidak sadar bahwa dia di permainkan oleh lelaki tersebut. semenjak kejadian itu jennie sma sekali ga bisa percaya gitu aja dengan lelaki. Jennie tiba di tempat kerja, karena masih terlalu awal jennie mampir ke toko kue kesayangannya. "Pagi mbaa,, mau seperti biasa? " sapa salah satu karyawan yg sudah biasa melihat jennie. "pagi jg, kayaknya hari ini aku mau dua deh mba, yg satu kayak biasa satunya lagi topping full coklat mba" sambil memandang lekat ke arah brownis. "baik mba silahkan ditunggu" jawab karyawan tersebut. " pagi mass mau pesan yang mana" menyapa pelanggan lainnya. "Saya mau topping keju mba" jawab lelaki tersebut dan melihat jennie yang mengamati kue. "hai" lelaki tersebut mencoba menyapa jennie. "oh haii" jennie membalas sambil mengernyitkan dahi. "apakah kita saling kenal?" tanya jennie "hmm tidak, aku melihat kamu beberapa kali disini" jawab lelaki itu sambil tersenyum "perlukah kita kenalan supaya bisa saling sapa" sambil tertawa. Jennie tersenyum dan engga menyangka bahwa lelaki tersebut sungguh menggemaskan. "Aku rasa perlu agar aku bisa mengingatmu" jawab jennie. "Aku Reynaldi Wijaya" sambil mengulurkan tangan. "aku Jennie" membalas uluran tangan tersebut. "just jennie?" "iya hanya jennie" sahut jennie "kenapa? apakah kedengaran aneh nama jennie? " tanya jennie kembali. "tidak, malah kupikir itu cocok denganmu" ucapnya. "ah pesananku datang" jennie menunjukkan ke arah kasir. "baiklah. semoga kita dapat bertemu kembali jennie" sambil tersenyum tulus. Jennie berjalan menuju cafe sambil membawa brownis kesukaannya dan bermain handphone tanpa sengaja jennie menabrak seseorang. BRUKKKK "Ahh hancur deh kuenya" menatap sedih ke arah brownis tanpa melihat yg di tabrak "gimana dengan ini" tanya lelaki tersebut. Jennie sangat kaget bahwa yang ditabraknya lelaki yang di agungkan ketampanannya oleh semua wanita. wahh bisa terkenal dia kalo sampek terlibat sama laki laki ini. "Maafkan saya pak, saya tidak sengaja" seraya mebungkuk "shitt pagi pagi udah begini aja" terdengar sangat kesal "biar saya cucikan pak jasnya, atau saya ganti biaya cucinya" jennie menawarkan dengan hormat karna takut viral jika yang lain melihat. "nih, akembalikan setelah bersih" sambil melepas dan memberikan jas pada jennie. "Berikan nomor Handphone mu" smbl menyerahkan ponselnya. jennie dengan patuh menuliskan nomornya, lalu memberikan ponsel tersebut kembali. "oke" lalu lelaki tersebut langsung pergi. jennie merasa hari ini dia sangat sial.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD