“Hallo, cantik,” sapa Alex sambil tersenyum dan reaksi Ellena yang terbelalak dengan bibir megap-megap tanpa suara, yang sudah seperti ikan yang dikeluarkan dari air terlihat sangat menggemaskan di mata Alex. Tanpa ijin atau pemberitahuan, Alex menarik Ellena ke dalam pelukannya dan mencium bibir gadis itu. “A-lex,” kata Ellena lirih saat akhirnya suaranya keluar, setelah sebuah kecupan manis. “Tutup matamu, cantik,” perintah Alex lembut dan Ellena mengerjapkan matanya. Tadi dia tidak tutup mata lagi, ya, waktu dicium? Eh, habis kan tiba-tiba. Melihat wajah menggemaskan Ellena, Alex tiba-tiba menggendong gadis itu ala pengantin. Ellena yang terkejut dan takut jatuh, langsung mengalungkan tangannya di leher Alex. “Eh ... Alex, apa yang kau lakukan?” pekik Ellena terkejut dan dalam hitun

