“Sudah. Biarkan saja,” kata Ellena menahan Ana. Kebahagiaan yang baru saja dia rasakan langsung lenyap seketika, menyisahkan luka hati yang terbuka kembali. Luka yang tidak akan pernah hilang, karena akan selalu ada orang yang mengungkitnya. “Nah, kan, yang bersangkutan saja sudah mengaku,” ejek Yuni lagi. Beberapa gadis lain disana mulai berbisik-bisik tentang masa lalu Ellena. Jika sebelumnya tidak ada yang membicarakannya, itu karena mereka tidak mau mencari masalah. Tapi sekarang sudah ada yang mengungkit, jadilah mereka kembali membicarakannya. Apalagi memang jelas yang menjemput Ellena kemarin adalah pria kaya. Untuk apa malam-malam ada yang menjemput Ellena kalau bukan karena pria itu adalah pelanggan Ellena? Ellena yang sedih, tidak menyadari kalau Wibowo ternyata menunggunya di

