Esok paginya, Wallace dan Sarah mendatangi Apartemen tempat Maudy tinggal. Walau Sarah masih kesal dengan Kakak Iparnya yang b******n, tapi dia juga mengkhawatirkan Maudy yang kemarin dirampok. “Awas kalau nanti kamu lapor macam-macam lagi sama Kak Maxime!” omel sarah begitu mereka turun dari mobil. “Tidak, sayang. Asal kamu tidak melakukan tindak KDRT, aku juga tidak akan kelepasan bicara,” bujuk Wallace yang semalam tidur di kamar tamu. “Jadi aku yang salah?” tanya Sarah. “Tidak, sayang, kamu tidak salah. Hanya saja supaya otakku ini lancar, lain kali jangan cubit-cubit di saat penting,” jawab Wallace yang tidak berani lebih jujur lagi. “Oke,” kata Sarah setuju. “Oke apa?” tanya Wallace waspada. “Aku akan cubit kamu setelah pembicaraan pentingnya,” kata Sarah yang lalu berjalan me

