“Tae … Han Tae …,” Pemuda itu melempar pandangan ke segala arah, mencari seseorang yang memanggil namanya. Sesaat kemudian ia tersenyum manis, seorang wanita berdiri dalam jarak beberapa meter dengannya. Ia melambaikan tangan memanggil Han Tae untuk mendekat. Tak ingin membuang waktu Han Tae segera berlari kea rah wanita itu. “Kenapa lama sekali? Kau membuatku menunggu dan itu sangat menyebalkan.” “Maafkan aku, sekarang aku sudah datang dan tak akan pergi lagi.” Han Tae memeluk wanita cantik berpakaian putih itu. Setelah dirasa cukup, pemuda itu pun mengurai pelukannya, lalu mencium bibir sang wanita cantik. “Ini di mana, Seo Han?” tanya Han Tae kemudian ketika memandangi tempat asing itu. Sebuah taman yang indah dengan beraneka bunga berwarna-warni. Sangat damai dan men

