Marah

1030 Words

                Katrina baru tiba di hotel lebih dulu daripada Martin. Di depan kamarnya benar-benar ada kotak besar yang entah apa isinya. Katrina mengepalkan tangannya di samping tubuh. Ingin sekali rasanya menendang kotak itu bahkan meremukkannya. Namun di sini ada orang tua Martin juga, Katrina masih menjaga perasaan mereka. Katrina masih bisa membenci Martin, tapi dia tak bisa membenci orang yang tak bersalah dan tak ada hubungannya dengan kejadian tadi.                 Katrina menghela napas dan mencoba menenangkan dirinya. Lalu ia angkat kotak itu dan memasukkannya ke dalam kamar. Katrina meletakkan begitu saja kotak itu di sebelah rak sepatu yang disediakan di hotel terbaik di Jepang itu. Rasanya Katrina ingin kembali ke Indonesia saat ini juga daripada menyaksikan sendiri keboho

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD