40

1079 Words

Pada suatu sore Dion pergi ke Kafe seorang diri tanpa janjian dengan siapapun termasuk Bambang. Sesampainya di sana ia pun memesan minuman. "Vanila latte satu." "Vanila latte satu." Ucap dua orang bersamaan saat mereka memesan kopi yang sama, si kasir terdiam pesanan mana yang harus dilayani terlebih dahulu. Sementara itu keduanya saling pandang, dengan tatapan mata yang tak biasa, lalu masing-masing ujung bibir mereka tersenyum simpul. "Mbaknya aja dulu mas," ucap salah satunya, yang tak lain adalah Dion. Si kasir mengangguk lalu melayani perempuan yang dipanggil mbak oleh Dion tadi. Dan perempuan itu kembali tersenyum, lalu membayar pesanannya, kemudian memilih tempat duduk tak jauh dari tempat pemesanan. Berganti Dion yang memesan, setelah memesan itu berniat mencari tempat dud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD