“Roni belum pulang kerja ya Say?” Tanya Riya begitu ia datang dan duduk bersamaku di teras rumah. Selalu saja setiap dia datang, yang ditanyakan pasti Bang Roni. Yang dicari pasti Bang Roni. Bahkan datang dengan membawa makanan pun, dia selalu menyisihkan untuk Bang Roni terlebih dulu, baru kami boleh memakannya. Aku kadang tak habis pikir. Riya bilang tak punya perasaan dengan Bang Roni, tapi selalu caper dan seolah minta dikejar-kejar. Tapi saat kemarin aku suruh mereka melanjutkan hubungan dan menikah, dia tak mau. Jadi apa sebenarnya tujuan dia mendekati Bang Roni? Hanya untuk menghancurkan rumah tanggaku dan bersenang-senang? “Belum. Paling nanti dekat mau Maghrib.” Jawabku singkat. “Dia masih sering keluar malam?” “Masihlah seperti biasa.” “Dia bilang sama aku udah nggak. Kema

