Satu tahun berlalu dipenuhi luka. Semua kenangan baik yang bisa disimpan atau berusaha di buang sudah sangat cukup menyiksa batin Wina. Semua orang berubah, begitu pula hatinya. Tapi ada satu hal yang tidak pernah berubah, yaitu masalahnya. Jika sebelumnya adalah hutang, kali ini adalah biaya pengobatan adiknya setelah menjadi korban tabrak lari. Wina lagi-lagi harus berkorban menikah dengan terpaksa. Wanita itu duduk dengan gelisah ketika mobil yang dinaikinya menuju tempat pernikahan mulai melaju. Dulu ada Alvin yang berhasil menyelamatkannya dari pernikahan karena hutang, kali ini Wina tidak bisa mengharapkan siapapun. Karena semenjak laki-laki itu pergi tanpa pamit, hati Wina sudah menjadi kosong dan tak bisa terisi. Baginya menikah dengan siapapun akan sama saja. Nenekn

