Sena keluar dari gerbang sekolah dan melihat Rayhan berdiri dengan gagah di samping mobil mahalnya. Jangan lupakan kaca mata hitam yang bertengger dengan begitu indah di hidung mancungnya. Sena tahu jika Rayhan tampan, itulah kenapa dulu ketika SMA dia menyukainya sampai hampir gila. Tapi sekarang keadaan telah berubah seiring dengan waktu yang berlalu. Seperti itulah apa yang coba Sena tanamkan di dalam kepalanya. “Hallo alam semestaku, ayok pulang!” Ucap laki-laki itu dengan senyum sumringah yang tercetak jelas. Sena tidak menjawab, kepalanya terus menoleh ke kiri dan kanan mencari seseorang. Kemudian sebuah sepeda motor mendekat ke arahnya membuat wanita itu tersenyum. “Satria kok tumben telat? Kamu lembur yah?” Alih-alih menanggapi perkataan Rayhan, Sena malah lebih memilih menyambut

