Rayhan menepikan mobilnya di tepi jalanan sambil memegangi perutnya. Rasanaya sudah tidak tahan lagi menahannya. Bahkan keringat dingin mulai membasahi sekujur tubuhnya. Dengan sisa-sisa kesadarannya dia mengeluarkan ponsel dan mendial nomor sembarang disana. “Hallo, tolong gue please, perut gue sakit banget.” Ucap Rayhan terbata. Kemudian terdengar suara seorang laki-laki di seberang sanga rupanya itu suara Dimas. “Posisi lo dimana?” Tanyanya. Rayhan menyebutkan posisinya sebelum kemudian mengerang kesakitan dan sudah tidak lagi mendengarkan suara Dimas. Tadinya Rayhan pikir ini hanya sakit perut biasa yang akan sembuh ketika dia makan, tapi rupanya sakitnya luar biasa sampai membuatnya ingin pingsan. Pandangan matanya mulai buyar, sayup-sayup terdengar suara seseorang memanggil namanya

