Terkejut Sekali

1657 Words
Reisa mencoba memberanikan dirinya untuk memberitahu Salsa mengenai perasaannya kepada Andika, meskipun terlihat sangat memalukan, namun Reisa tidak ingin jika sampai Andika jatuh ke pelukan Salsa. "Salsa sebenarnya aku sangat mencintai Andika, berbagai cara sudah aku lakukan untuk bisa mendapatkan hati Andika, tapi kamu lihat, Andika sama sekali tidak pernah memiliki perasaan untukku." Raisa berkata jujur kepada Salsa, saat itu juga hati Salsha terasa sangat sakit, laki-laki yang menjadi orang yang dicintainya harus dekat dengan wanita lain. "Aku tidak tahu harus menjawab apa?" Salsa tidak ingin jika sampai dia salah menjawab. Saat itu juga perasaan Salsa terasa sangat sakit, mendengar wanita yang selama ini menjadi pusat cemburunya berani mengatakan itu semua di hadapannya. ''aku tahu Jika kamu mencintai Bagas, Aku tidak akan mengganggu kamu lagi, asalkan kamu membantuku untuk menjadi kekasih Andika." Raisa mengatakan itu semua sambil tersenyum, Raisa tidak tahu betapa sakitnya hati Salsha saat mendengar ucapannya. "Kamu serius dengan ucapan mu?" Salsa bertanya kepada Raisa dengan ekspresi wajah marah, melihat sikap Raisa ya sudah berani mengatakan itu semua kepadanya. "Aku sangat serius, aku tidak rela jika Andika mencintai wanita lain," ucap Raisa sambil tersenyum. "Kamu tidak rela jika Andika dekat dengan wanita lain? Tapi apakah Andika bisa bahagia saat dekat denganmu?" Salsa sangat ingin mengetahui jawaban Raisa, melihat seorang wanita yang berada di dekatnya terlalu berani mengungkapkan perasaannya. "Aku akan membuat Andika merasa nyaman saat dekat denganku, berbagai cara akan aku lakukan agar bisa mendapatkan Andika." Raisa sangat percaya diri untuk bisa mendapatkan hati Andika, meskipun terlihat sangat sulit namun ia akan terus mencoba. "Aku tidak tahu bagaimana caramu berpikir, jujur aku tidak suka mendengar ucapanmu saat ini." Salsa tidak ingin berdebat dengan Raisa, karena merasa sangat kesal Salsa segera pergi meninggalkan Raisa. "Kamu mau ke mana?" Raisa bertanya kepada Salsa saat Salsa pergi meninggalkannya. "Ini bukan urusanmu." Salsa menjawab dengan nada kesal, melihat Salsa terlihat sangat marah, Raisa segera meninggalkan ruangan Salsa. "Ternyata Salsa memiliki perasaan kepada Andika, Wajar saja jika selama ini dia bersikap kasar dengan Andika." Raisa baru menyadari jika selama ini Salsa memiliki perasaan kepada Andika, bahkan dia tidak mengetahui jika Salsa sampai meneteskan air matanya hanya untuk Andika. Salsa menuju ke sebuah toilet, saat itu juga ia meneteskan air matanya, terasa sangat sakit ketika mendengar ucapan wanita yang mencintai Andika. "Hatiku begitu sakit," ucap Salsha. Kali ini Salsa benar-benar merasakan cemburu, ketika melihat orang yang dicintainya akan direbut wanita lain. "Tapi sikapmu kali ini berubah, apa ini yang menjadi penyebabnya kamu menjauh dariku?" Salsa bertanya-tanya di dalam hatinya. Sungguh menyesal saat Salsa menolak tunangan dari Andika, Ini Andika merasa sangat marah dengan sikap Salsa selama ini, Andika tidak ingin jika dirinya terus tidak dianggap oleh Salsa, berbagai cara Salsa lakukan untuk bisa mendapatkan cinta Andika. "Aku terlalu egois, aku membuang jauh kesempatan emas itu." Salsa terus menangis, merasakan hatinya yang begitu sakit saat mendengar orang yang dicintainya dekat dengan wanita lain. "Aku tidak mencintai Bagas, Andika, Aku sebenarnya masih sayang dengan mu," ucap Salsa sambil menangis. Raisa berdiri di samping Salsa, karena tidak ingin jika sampai Salsa mencintai Andika, Raisa bermaksud untuk terus membuat Salsa merasa Jika dia tidak pantas bersanding dengan Andika. "Jangan buang air matamu dengan percuma, ketahuilah jika Andika saat ini menjadi milikku." Raisa dengan sangat percaya diri mengatakan itu semua. "Apakah kamu tidak malu mengatakan itu semua?" Salsa sangat kesal melihat sikap Raisa, Salsa terlihat seperti ingin menampar wajah Raisa. "Kalau kamu berani tampar saja aku," ucap Raisa sambil tersenyum. Raisa merasa bahagia karena dirinya sudah sukses membuat Salsa merasa kesal, berharap jika Salsa akan mundur dan membiarkan Andika menjadi kekasihnya. "Disini kamu sebagai junior, tidak akan bisa mengalahkan aku sebagai senior, sebaiknya kamu segera menjauh dari Andika.'' Raisa mengatakan itu semua. Salsa sungguh tidak menyangka jika Raisa bisa mengatakan itu semua, bersikap seperti wanita yang tidak berpendidikan. ''sungguh kamu seperti wanita tidak memiliki adab," ucap Raisa sambil tersenyum. "Bukankah kamu yang seperti wanita tidak memiliki adab?" Salsa tidak terima jika dirinya dianggap sebagai wanita tidak memiliki adab, selama ini orang tuanya selalu mengajarkan sopan-santun saat berbicara dengan orang lain. "Ingat kamu harus menjauhi Andika," ucap Raisa. "Tidak perlu kamu menunjuk menggunakan jarimu ini, Aku tidak akan mundur untuk mendapatkan Andika." Salsa tidak rela jika sampai Andika menjadi kekasih Reisa, sikap Andika yang sangat penyayang sangat sulit didapatkan dari laki-laki lain, apalagi kedua orang tua mereka sudah saling menyetujui hubungannya. ''lihatlah wajahmu di cermin, sungguh masih cantik diriku," ucap Raisa sambil membagakan wajahnya. "Hei tidak salah, mukamu yang dipenuhi dengan jerawat, sedangkan wajahku yang sangat mulus, tapi aku tidak sombong seperti dirimu, kasihan Jika ada laki-laki yang mencintaimu." Salsa tidak mau kalah dengan ucapan wanita yang ada di sampingnya, menganggap jika Raisa adalah dokter yang sama sepertinya. "Aku akan segera memecat mu," ucap Raisa dengan sangat kesal ketika melihat Salsa jauh lebih berani. "Aku tidak takut, karena aku tidak memiliki masalah di rumah sakit ini," ucap Salsha sambil tersenyum. Salsa berpikir meskipun Raisa adalah seorang anak direktur rumah sakit, ayahnya tidak akan semudah itu memecat dokter, karena sudah ada ada kontrak kerja yang sudah ditandatangani. "Aku akan segera memecat mu," ucap Raisa dengan sangat kesal melihat sikap Salsa. "Aku tunggu surat pemberhentian kerjaku, mungkin kamu berpikir jika memecat seorang dokter itu mudah," ucap Salsha sambil tersenyum. Salsa segera pergi meninggalkan Raisa agar tidak terjadi perdebatan yang sangat besar. Namun saat Salsa akan pergi meninggalkan Raisa, tiba-tiba Raisa menarik rambut Salsha. "Kenapa kamu menarik rambutku, aku tidak menjambak mu." Raisa merasa sangat kesal dengan sikap Salsa, Reisa tidak ingin jika sampai Salsa pergi meninggalkannya. "Kamu sudah lancang berani membantah ucapanku, kamu tahu aku benar-benar merasa kesal ketika melihatmu bersikap seperti seorang Ratu," ucap Raisa sambil menatap sinis ke arah wajah Salsa. "Hei kamu tidak salah berbicara, aku bersikap biasa saja di rumah sakit ini, bahkan seharusnya kamu malu saat marah kepadaku, berarti kamu tidak bisa mendapatkan Andika." Salsa mengejek Reisa yang sedang menjambak rambutnya, melihat sikap Raisa yang begitu berani mengatakan itu semua, membuat Salsa sama sekali tidak takut. "Lepaskan rambutku, Jika kamu terus menjambak rambut ini, aku akan melaporkan kamu kepada orangtuamu." Salsa mencoba mengancam Raisa, namun perdebatan mereka terus terjadi, sampai tidak bisa dihentikan. Teriakan mereka terdengar sangat jelas di luar toilet, sampai ada beberapa perawat datang menghampiri mereka. "Sebenarnya apa yang terjadi, Kenapa kalian bisa berkelahi seperti ini?" Tanya Cindy saat melihat kedua ke dokter sedang berkelahi. "Kamu tidak usah banyak bertanya, urusi saja urusanmu." Raisa memarahi Cindy, Sasha sangat merasa kesakitan saat rambutnya dijambak oleh Raisa. "Lepaskan rambutku, rambut ini bukan untuk kamu Jambak, kamu tahu ini sangat sakit." Salsa merasa kesakitan saat rambutnya dijambak oleh Raisa, namun Raisa malah tertawa saat melihat Salsa meminta dirinya untuk melepaskan tangannya. "Aku tidak akan melepaskan tanganku sebelum kamu mau berhenti mencintai Andika, Aku tidak mau jika bersaing dengan wanita rendahan seperti dirimu." Ucapan Raisa benar-benar membuat Salsa merasa sakit, Salsa sangat kesal melihat sikap Raisa yang begitu bersikap kasar dengannya. "Hei Jika kamu tidak bisa mendapatkan Andika, sebaiknya kamu tidur saja di rumah, percuma jika menjadi dokter tetapi tidak ada sisi yang menarik di dalam dirimu." Salsa terus mengejek Raisa, sampai membuat Raisa terus menjambak Salsa. "Sakit Raisa," ucap Salsha merasa kesakitan. Namun Raisa tidak mau mendengarkan ucapan Salsa, karena Raisa sangat marah dengan sikap Salsa selama ini, Raisa menilai jika Salsa terlalu bersikap kasar dengannya. "Aku tidak akan melepaskannya, sebelum kamu meminta maaf kepadaku." Raisa sangat berharap jika Salsa mau meminta maaf kepadanya. "Aku tidak mau, Jika kamu terus membuatku merasa kesakitan, Aku tidak akan segan-segan membuatmu menyesal." Sasa kembali mengancam Raisa, meskipun Raisa sama sekali tidak takut dengan ucapan Salsa. "Sudah lepaskan, kalian sungguh memalukan, bersikap seperti anak kecil yang baru saja puber," ucap Cindy sambil melepaskan tangan Raisa. "Tidak usah ikut campur, ini adalah urusanku, sebaiknya kamu urusi urusan yang lain." Raisa benar-benar kesal dengan sikap Cindy. "Apakah kalian tidak malu jika sampai Satpam datang menghampiri kalian, sikap kalian sungguh memalukan, ini adalah Rumah Sakit tempat kalian bekerja sebagai dokter, Apakah kalian tidak malu jika sampai semua orang mengetahui jika kalian bertengkar hanya karena laki-laki," ucapan Cindy benar-benar membuat mereka sadar. Raisa segera melepaskan tangannya, dan saat itu juga Salsa memegang rambutnya yang terasa sangat sakit. "Aduh sakit sekali kepalaku," ucap Salsha sambil mengelus rambutnya. "Hayo Salsa sebaiknya kamu pergi, tidak usah bertengkar di dalam rumah sakit," ucap Cindy sambil membawa sahabatnya pergi meninggalkan Reisa. "Aku sungguh kesal, aku belum sempat membalas perbuatan Reisa," ucap Salsa dengan wajah penuh kekesalan. "Sudah jangan suka berkelahi di rumah sakit, Kamu tahu tidak ada untungnya jika berkelahi di sini, percuma saja jika memperbolehkan seorang laki-laki yang tidak mencintai wanita tersebut." Cindy tidak ingin melihat Salsa memperebutkan Andika, apalagi jika sampai membuat keributan di dalam rumah sakit. "Kamu sama sekali tidak mengetahui jika aku benar-benar merasa kecewa dengan sikap Raisa, aku malu jika rambutku dijambak sampai rontok." Sasa merasa sangat kesal, mengingat baru seminggu Salsa melakukan perawatan rambut nya, perawatan dengan nominal yang sangat lumayan mahal, sungguh membuat Salsa merasa benar-benar kecewa dengan sikap Raisa. "Sudah kamu tidak usah bersikap kesal, semua ini adalah salah kalian, sebaiknya kamu Segera menyisir rambutnya akan tidak terlihat seperti seorang gembel." Mendengar ucapan yang dikatakan oleh sahabatnya, Salsa merasa sangat malu sudah memperebutkan Andika. "Tidak pernah aku terpikirkan untuk merebutkan Andika, bagiku Masih banyak pria yang setia menantikan diriku," ucap Salsha sambil menundukkan kepalanya. "Aku yakin kamu pasti sangat malu jika sampai Andika mengetahui kamu berkelahi dengan Raisa." Cindy mencoba mengingatkan sahabatnya mengenai Andika. "Jangan sampai Andika mendengar jika aku berkelahi dengan Raisa, bisa jadi kita semakin menganggap bahwa diriku Mencintainya." Salsa tidak ingin jika sampai Andika mengetahui permasalahan yang terjadi, sungguh akan sangat malu jika sampai hal itu terjadi kembali. ''Setidaknya kamu harus bersiap-siap, karena pasti akan lebih banyak orang yang membicarakan dirimu." Cindy mengingatkan sahabatnya untuk bersiap-siap mendengar ucapan teman kerjanya. "Aku tidak peduli apa kata mereka, yang terpenting aku bisa hidup bahagia." Salsa memang terlihat sangat keras kepala, apalagi jika masalah cinta, tentu saja saya tidak akan pernah mau dirinya merasa malu di depan laki-laki yang dicintainya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD