Chapter 19

1408 Words

Langit-langit kamar yang dicat warna biru dongker itu, sepertinya sudah menjadi hal yang paling sering menjadi pusat padangannya. Semenjak semua kepelikan dan teka-teki kehidupan yang mengikatnya akhir-akhir ini, lelaki itu makin sering menatap kosong ke  langit-langit kamarnya dengan tubuh telentang dan kedua tangan menyilang sebagai bantal. Belum selesai satu masalah, sudah datang dua tiga masalah lainnya.  Belum selesai dengan usaha peningkatan profit perusahaan pasca tragedi tinja maha dahsyat itu, putus cinta dan ditinggalkan kekasih dengan cara yang tak bisa ia ridhoi. Lalu, sekarang? Samuel kembali dihadapkan dengan masalah yang tak kalah pelik dan rumit dari sebelumnya. DicurIgai sebagai pelaku pembunuhan kekasih sendiri. Ah tidak! Parahnya, ia bahkan sudah dituduh sebagai pelaku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD