BAHAGIA SETELAH BERPISAH 16 ** Mereka sepertinya senang memojokkan aku di sini. Aku tetap tenang menanggapi sikap mereka. Mau menuduh atau apa sekalipun terserah saja. Yang pasti mereka syirik sama aku. "Udahlah, Mbak jujur aja ngapain kamu bohong. Pasti ada lelaki lain yang modali kamu sehingga kamu bisa bergaya kayak gini!" Ambar masih penasaran. Dia terus mencecar ku agar aku jujur mengakui sesuatu yang menjadi kemauannya. "Ada sih, kamu dari tadi nyuruh aku jujur dan jujur. Kalian begitu penasaran rupanya. Kamu mau aku tunjukkan!" kataku sambil tersenyum. "Benar kan, Bu. Mbak Yuni ini bekerja sebagai prostitusi. Kamu masih istri Mas Hamdan, Mbak. Kalau kamu dilaporkan bisa masuk penjara kamu!" sentak Ambar, aku hanya menaikkan sudut bibirku. Mereka terus menduga-duga. Kasihan juga

