BAHAGIA SETELAH BERPISAH 13. ** PoV Yuni Seorang pria mengulas senyum membuka pintu ruangan ku. "Apa kabar, Mbak?" tanya nya. "Wira!" seruku terkaget. Aku mendadak berdiri menyambut adik lelakiku. Dia menghampiri dan mencium tanganku sebagai tanda hormat. "Kapan kamu datang. Kok gak bilang-bilang. Mbak bakal nyusul." "Nyusul bagaimana aku bawa mobil dari kampung dan mau di tukar di kota," katanya dengan logat daerah. "Sudah sukses kamu sekarang, Wira. Mau ganti mobil segala. Eh, Bapak bagaimana?" tanyaku sambil membimbingnya untuk duduk. "Alhamdulillah toh, Mbak. Bapak titip salam dan dia sehat sedang senang-senangnya ngurus ternak di kampung." Dia mengulas senyum. Aku merasa lega jika kondisi Bapak baik-baik saja. "Kamu sendiri juga sudah sukses, Mbak Yuni. Berani memulai usah

