Princess Sudjono : 43

2439 Words

Aden terbangun dari mimpi yang sangat, sangat, sangat indah itu. Mending kalau bangun dengan keadaan tidak jatuh ke lantai. Lah ini jatuh ke lantai. Sungguh mengenaskan! Dengan kondisi p****t sedikit sakit, Aden berdiri lalu duduk di kasur. Aden mengacak rambut kasar. Astaga ... semua ini ternyata cuma mimpi. Ampun, deh, Hayden! Segitunya ingin menyentuh Linzi sampai kebawa mimpi. Aden menatap ke arah dinding yang bercat abu-abu itu, dan waktu menunjukkan sudah pukul empat sore waktu setempat. Wah, ternyata lama juga dia tidur. "Aa kenapa?" tanya Linzi, yang baru saja keluar dari kamar mandi dan masih memakai kimono putih. Dia keluar karena lupa mengambil pakaian dan keningnya berkerut saat melihat wajah sang suami tercinta yang sedikit gusar. Aden menatap sang istri tercintanya de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD