Tubuh Aden menegang saat mendengar ucapan sang pujaan hati. Terdengar seperti peringatan kiamat bagi pria bernama lengkap Hayden Bayu Abimana itu. "Nona," panggil Aden tidak percaya. Linzi tertunduk masih dengan menahan tangis. Dia tidak mau menatap sang calon tunangan. Jangan dikata hatinya baik-baik saja. Sebab dia jauh lebih terluka setelah mengatakan itu. Linzi sudah mulai mencintai sang calon tunangan tapi kenapa harus dipatahkan seperti ini. Apa ini yang dinamakan bunga layu sebelum berkembang. Linzi mendongakkan kepalanya menatap Aden yang masih seperti patung hidup, belum ada suaranya sama sekali. Sepertinya sang calon tunangan sangat terkejut dengan semua ini. Linzi tersenyum kecut, "Sepertinya tidak ada yang mesti kita bicarakan lagi, A. Aku pamit keluar dulu. Terima kasih at

