Aden masih mengusap pelan punggung sang kekasih yang masih terisak dalam dekapannya. Entahlah, kenapa sang kekasih tiba-tiba menangis. Padahal saat di tempat resepsi Arfiq tadi, mereka selalu bersama dan juga dirinya selalu memantau sang nona. Aden mengecup puncak kepala sang kekasih beberapa kali. Mencoba memberikan ketenangan buat kekasihnya. Sedikit heran juga kenapa tadi sang kekasih berbicara seperti itu. 'Akan meninggalkannya?' Jelas itu tidak mungkin. Dia sangat mencintai sang kekasih. Justru Aden, ingin sekali segera menikahi kekasihnya. Melihat sang kekasih seperti ini. Mungkin dia akan bertanya nanti pada sang nona kenapa menangis. Apa ada yang menggangu dirinya apa bagaimana. Setelah kurang lebih 15 menit Linzi menangis. Aden merasakan hembusan napas hangat dan dengkuran h

