Sesuai dengan perintah sang Mommy. Hari ini Aden ada jadwal menjemput sang pujaan hati di tempat kerjanya. Sedari pagi, jantungnya berdetak tak menentu. Katakanlah dia lebay, tapi memang itulah kenyataannya. Jantung Aden seperti ada yang sedang memukulnya, berdetak sangat kencang. Setelah menyelesaikan pekerjaan dia yang lumayan padat. Aden beranjak dari duduk, lalu mengambil jas kebesaran yang selalu melekat di tubuh atletis miliknya. Aden berjalan dengan langkah datar dan dingin. Sebelumnya Aden sudah memberitahu Lusi, bahwa dia harus pulang karena ada urusan. Kencan bersama sang pujaan hati. Aden menyetir mobil dengan perasaan yang tidak menentu. Senang itu pasti. Tapi dia bingung mau memulai pembicaraan apa dengan pujaan hatinya. Sebab mereka sama-sama pendiam. Dalam hati ia ber

