Masih dengan wajah datar. Linzi berjalan mendahului Aden setelah drama gadis tadi. Suasana hatinya benar-benar sedang tidak baik sekarang. Melihat gadis yang mendatangi mereka dan cukup akrab dengan sang calon tunangan membuat hatinya panas. Atau lebih tepatnya cemburu. Tunggu dulu... Linzi menghentikan langkah seketika, lalu mengerjapkan matanya beberapa kali, "Eeh ... aku cemburu?" Tunjuknya ke diri sendiri, lalu tertawa kaku, "Yang benar saja." Linzi melanjutkan langkahnya. "Aku tidak cemburu dengan gadis itu," gerutu Linzi pelan masih dengan langkah kesal. "Lagian dia siapa sih ... main nyosor aja ke laki-laki yang jelas-jelas ada pasangannya di situ. Walaupun kami belum resmi kan aku calon tunangannya." Linzi masih menggerutu. Rasanya dia tadi ingin sekali ... ah sudahlah. Di bel

