Aldo memasuki kamarnya dengan langkah pelan, takut membangunkan Arin yang ia pikir sudah tidur. Tangannya melonggarkan dasi setelah tadi ia meletakan tas kantornya di ruang kerjanya seperti biasa. Ia mengusap wajahnya kasar karena hari ini ia dua kali membatalkan janji dengan istrinya. Tidak ada makan siang bersama ataupun makan malam di restoran istrinya. h-u-h. Aldo merebahkan tubuhnya di samping Arin yang sudah memejamkan mata, padahal sebenarnya wanita itu belum terbawa ke alam mimpi. Ia menatap langit langit kamarnya menghilangkan gusar pikirannya yang membuat pusing. "Mandi dulu gih, baru tidur" Aldo tersentak kaget mendengar suara merdu dari samping tubuhnya yang terlentang. Matanya menoleh mendapati istrinya tengah menatapnya. "Rin, maaf ya tadi aku bener-bener harus menghadiri

