30. Rencana

1161 Words

"Maksudnya apa?" tanya Arin masih tak mengerti. Ia seperti orang bodoh diantara mereka yang tidak tau apa apa dan merasa dipermainkan oleh suaminya sendiri. Pria yang baru saja masuk tadi menyalam Arin dengan senyum manis penuh persahabatan "Saya Roy mbak,  mbak ini mbak Arin kan?" Arin dengan kikuk membalas uluran tangan pria bernama Roy itu "Iya, saya Arin" "Ris" mendengar panggilan dari nyonya rumah membuat Tiris segera muncul. "Buatin minum satu lagi ya" pinta Arin sopan. Tiris mengangguk dan segera berlalu dari hadapan semuanya untuk melakukan perintah dari nyonya-nya. "Jadi gini sayang,  waktu itu kan pernikahan aku hampir batal karena pengantin wanitanya pergi. Pasangan aku itu seharusnya Citra. Bukan karena Citra itu seharusnya jadi calon istri aku, jadi kamu nyimpulin ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD